Total Tayangan Halaman

Rabu, 17 Desember 2014

Filsafat Pendidikan Islam (Tujuan Pendidikan Islam)

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang penting dalam pendidikan. Sebab tanpa tujuan yang jelas pendidikan akan menjadi tanpa arah dan sesat, bahkan salah langkah dan tidak sesuai dengan harapan. Demikian juga dengan pendidikan Islam yang berusaha untuk membentuk pribadi manusia melalui proses yang panjang dengan suatu tujuan pendidikan yang jelas.
Akan tetapi kadang suatu yang direncanakan tidak sesuai dengan harapan dikarenakan kurangnya pemahaman tentang tujuan pendidikan.
Berdasarkan masalah tersebut di atas, banyak sekali ditemukan kasus-kasus yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan seperti korupsi, plecehan seksual, kekerasan dan lain sebagainya yang dilakukan oleh seorang yang mengenyam atau bahkan telah menyelesaikan sebuah pendidikan Islam. Kejadian ini dapat diidentifikasi sebagai kurangnya pemahaman tentang hakekat tujuan pendidikan Islam.
Dari contoh kejadian di atas, dapat diambil suatu pertanyaan, “bagaimanakah sebetulnya hakekat tujuan pendidikan Islam itu?” Realitas ini sangat penting untung dibahas dalam makalah ini.
Untuk itu pembahasan makalah ini diangkat untuk mengungkap masalah-masalah tersebut. Berdasarkan keterangan-keterangan, telah ditemukan pernyataan para ulama’ maupun pakar dalam menjelaskan hakekat tujuan pendidikan Islam dan hal-hal yang terkait dengan itu.
Selanjutnya, berangkat dari latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis akan membahas tentang “Hakekat Tujuan Pendidikan Islam”.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian tujuan pendidikan Islam?
2.      Apa macam-macam tujuan pendidikan Islam?

C.    Tujuan Pemakalah
1.      Memahami akan tujuan pendidikan Islam.
2.      Memahami macam-macam tujuan pendidikan Islam.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Tujuan Pendidikan Islam

Sebelum membahas ke arah tujuan pendidikan, pemakalah akan mencoba menguraikan tentang pengertian pendidikan terlebih dahulu,
Dalam Bahasa Indonesia kata pendidikan berasal dari kata didik yang mendapatkan awalan “pen” dan akhiran “an”. Kata tersebut mempunyai arti perbuatan (hal, cara dan sebagainya).[1]
Dalam arti sederhana pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai didalam masyarakat dan kebudayaan.
Kenyataannya, pengertian pendidikan ini selalui mengalami perkembangan, meskipun secara esensial tidak jauh berbeda. Berikut ini akan dikemukakan sejumlah pengertian pendidikan yang diberikan oleh paa ahli, yaitu:
a.       Jhon Dewey
Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia.[2]
b.      J. J. Rousseau
Pendidikan adalah memberi kata perbekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa.[3]
c.       Ki Hajar Dewantara
Pendidikan yaitu tuntunan didalam hidup tumbuhnya anak-anak. Adapun maksudnya pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.[4]
Dari beberapa pemaparan pendidikan tersebut diatas meskipun berbeda-beda secara redaksional namun secara esensial terdapat kesatuan unsur-unsur atau faktor-faktor yang terdapat didalamnya, yaitu bahwa pengertian pendidikan tersebut menunjukkan suatu proses bimbingan, tuntunan atau pimpinan yang didalamnya mengandung unsur-unsur seperti pendidik, anak didik, tujuan dan sebagainya.
Pendidikan haruslah mempunyai tujuan yang jelas, karena pendidikan tanpa tujuan bisa menjadi sesat, secara umum tujuan pendidikan adalah menjadikan insan yang berbudi dan ber-ilmu.
Secara lebih luas al-Syaibani mengemukakan: menurut al-Syaibani “Yang dimaksud dengan tujuan pendidikan adalah perubahan yang diinginkan yang diusahakan oleh proses pendidikan, baik pada tingkah laku individu dan pada kehidupan pribadinya, atau pada kehidupan masyarakat dan alam sekitar tempat individu itu hidup atau pada proses pendidikan dan pengajaran, sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai profesi diantara profesi-profesi asasi dalam masyarakat”.[5]
Dan Tujuan pendidikan Islam yaitu sebuah proses yang dilakukan untuk menciptakan manusia seutuhnya; beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Serta mampu mewujudkan eksistensinya sebagai khalifah Allah di muka bumi, yang berdasarkan kepada ajaran al-Quran dan Sunnah, maka tujuan dalam konteks ini berarti terciptanya insan-insan kamil dan cendikiawan-cendikiawan muslim yang bagus setelah proses pendidikan berakhir.[6]
Berikut ini tujuan pendidikan Islam menurut prespektif beberapa para ahli:
1.      Abdurrahman Saleh Abdullah
Pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk kepribadian sebagai Khalifah Allah Swt. Atau sekurang-kurangnya mempersiapkan ke jalan yang mengacu pada tujuan akhir. Tujuan utama adalah beriman kepada Allah dan tunduk serta patuh total kepada-Nya.
2.      Imam Al-Ghazali
Tujuan pendidikan menurut Imam Al-Ghazali terbagi menjadi dua, yaitu;
a.       Tercapainya kesempurnaan insani yang bermuara pada pendekatan diri kepada Allah Swt.
b.      Tercapainya kesempurnaan insani yang bermuara pada kebahagiaan dunia dan akhirat.[7]
Dari uraian diatas Al-Ghazali merumuskan bahwa tujuan pendidikan secara umum menyempurnakan manusia. Yakni manusia yang hidup bahagia di dunia dan akhirat.[8]
3.      Hasan Langgulung
Tujuan pendidikan Islam harus mampu mengakomodasikan tiga fungsi utama dari agama, antara lain:
a.       Fungsi Spiritual, yaitu berkaitan dengan aqidah dan iman
b.      Fungsi Psikolois, yaitu yang berkaitan dengan tingkah laku individu termasuk nilai-nilai akhlak yang mengangkat derajat manusia ke derajat yang lebih sempurna.
c.       Fungsi Sosial, yaitu berkaitan dengan aturan-aturan yang menghubungkan manusia dengan manusia lain atau masyarakat, yang mana masing-masing mempunyai hak untuk menyusun masyarakat yang harmonis dan seimbang.[9]
4.      Ibnu Khaldun
Di dalam Kitab Muqaddimahnya ia tidak merumuskan tujuan pendidikan secara jelas, akan tetapi dari uraian yang tersirat, dapat diketahui tujuan yang seharusnya dicapai di dalam pendidikan. tujuan pendidikan menurut Ibnu Khaldun, ada enam tujuan yang hendak dicapai melalui pendidikan, antara lain:
a.       Menyiapkan seseorang dari segi keagamaan, yaitu dengan mengajarkan syair-syair agama menurut al-Qur'n dan Hadits Nabi sebab dengan jalan itu potensi iman itu diperkuat, sebagaimana dengan potensi-potensi lain yang jika kita mendarah daging, maka ia seakan-akan menjadi fithrah.
b.      Menyiapkan seseorang dari segi akhlak. Karena hakekat pendidikan menurut Islam sesungguhnya adalah menumbuhkan dan membentuk kepribadian manusia yang sempurna melalui budi luhur dan akhlak mulia.
c.       Menyiapkan seseorang dari segi kemasyarakatan atau sosial.
d.      Menyiapkan seseorang dari segi vokasional atau pekerjaan. Ditegaskannya tentang pentingnya pekerjaan sepanjang  umur manusia, sedang pengajaran atau pendidikan menurutnya termasuk di antara ketrampilan-ketrampilan itu.
e.       Menyiapkan seseorang dari segi pemikiran, sebab dengan pemikiran seseorang dapat memegang berbagai pekerjaan atau ketrampilan tertentu.
f.       Menyiapkan seseorang dari segi kesenian, di sini termasuk musik, syair, khat, seni bina dan lain-lain.
Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan bukan hanya bertujuan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan akan tetapi juga untuk mendapatkan keahlian.
Dari beberapa pemaparan yang berbeda-beda oleh para ahli di atas, akan tetapi sejatinya tujuan pendidikan itu sama jika di tarik kesimpulan maka akan ditemukan jawaban yang sama tentang tujuan pendidikan yaitu:
1.      Tujuan yang berorientasi pada akhirat, yaitu membentuk hamba-hamba Allah yang dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban kepada Allah.
2.      Tujuan yang beroientasii pada dunia, yaitu membentuk manusia-manusia yang mampu menghadapi segala bentuk kehidupan yang lebih layak dan bermanfaat bagi orang lain.





B.     Macam-Macam Tujuan Pendidikan Islam
Macam-macam tujuan pendidikan menurut islam yaitu:
1.      Tujuan umum
Tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran atau dengan cara yang lainnya. Tujuan umum lebih bersifat empirik dan realistik. Tujuan umum berfungsi sebagai arah yang taraf pencapaiannya dapat diukur karena menyangkut perubahan sikap, prilaku dan kepribadian peserta didik. An Nahlawy menunjukkan empat tujuan umum dalam pendidikan Islam, yaitu:
a.       Pendidikan akal dan persiapan pikiran
b.      Menumbuhkan potensi-potensi dan bakat-bakat asal pada anak didik
c.       Menaruh perhatian pada kekuatan dan potensi generasi muda dan mendidik mereka sebaik-baiknya, baik laki-laki maupun perempuan.
d.      Berusaha untuk menyumbangkan segala potensi-potensi dan bakat-bakat manusia.[10]
2.      Tujuan akhir/ puncak
Terwujudnya insan kamil (manusia paripurna).[11]
Menurut al Abrasyi, merinci tujuan akhir pendidikan islam sebagai berikut:
a.       Pembinaan akhlak
b.      Menyiapkan anak didik untuk hidup di dunia dan akhirat
c.       Penguasaan ilmu
d.      Keterampilan bekerja dalam masyarakat.
Menurut asma hasan fahmi, tujuan akhir pendidikan islam dapat diperinci sebagai berikut:
a.       Tujuan keagamaan
b.      Tujuan pengembangan akal
c.       Tujuan pengajaran kebudayaan
d.      Tujuan pembicaraan kepribadian
Menurut munir mursi, tujuan pendidikan islam yaitu:
a.       Bahagia di dunia dan akhirat
b.      Menghambakan diri kepada Allah
c.       Memperkuat ikatan ke islaman dan melayani kepentingan masyarakat Islam
d.      Akhlak mulia.
Bila tujuan pendidikan seperti apa yang disampaikan oleh Asma Hasan al-Fahmi dan Munir Mursyi, maka tujuan pendidikan adalah pengembangan akal dan akhlak yang dalam akhirnya dipakai untuk menghambakan diri kepada Allah Swt. Manusia mempunyai aspek rohani seperti yang di jelaskan dalam surat al-Hijr ayat 29:
فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ٢٩
Artinya:
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”.
(Q.S. Al-Hijr: 29)
Dan juga tujuan akhir pendidikan Islam itu dapat dipahami dari firman Allah Swt dalam surat al-Imran: 102:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ ١٠٢
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.
(Q.S. Al-Imran: 102)
Jadi insan kamil yang mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah inilah yang merupakan tujuan akhir dari pendidikan Islam.[12]

3.      Tujuan Sementara
Yaitu tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. Atau tujuan sementara adalah sasaran sementara yang harus dicapai oleh umat Islam yang melaksanakan pendidikan Islam. Maksudnya yaitu tercapainya berbagai kemampuan seperti kecakapan jasmaniah, pengetahuan mambaca, menulis, pengetahuan ilmu-ilmu kemasyarakatan, kesusilaan, keagamaan, kedewasaan jasmani-rohani dan sebagainya.[13]
Sedangkan di dalam tujuan pendidikan Islam, Marima mengemukakan dua macam tujuan, yaitu:
1.      Tujuan sementara
Yaitu sasaran sementara yang harus dicapai oleh umat Islam yang melaksanakan pendidikan Islam. Maksudnya yaitu tercapainya berbagai kemampuan seperti kecakapan jasmaniah, pengetahuan membaca, menulis, pengetahuan ilmu-ilmu kemasyarakatan, kesusilaan, kegamaan, kedewasaan jasmani-rohani dan sebagainya.[14]
2.      Tujuan Akhir
Yaittu terwujudnya kepribadian muslim yang terdiri dari aspek-aspek kejasmanian, aspek-aspek kejiwaan dan aspek-aspek kerohanian yang luhur. Tujuan akhir pendidikan Islam adalah terciptanya insan kamil. Menurut Muhaimin bahwa insan kamil adalah manusia yang mempunyai wajah Qura’ani, terciptanya insan yang memiliki dimensi religius, budaya dan ilmiyah.
Sedangkan Abdul Fatah jalal mengelompokkan tujuan pendidikan Islam juga menjadi dua macam, yaitu:
1.      Tujuan Umum
Yaitu menjadikan manusia sebagai abdi atau hamba Allah Swt. Yang senantiasa mengagungkan dan membesarkan asma Allah Swt, dengan meneladani Rasulullah SAW, menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, suka mempelajari segala yang bermanfaat baginya dalam merealisasikan tujuan yang telah digariskan oleh Allah Swt. Seperti yang tercermin dalam Q. S. Al-Mudatsir: 1-3, Al-‘Alaq: 1-5, Adz-Dzariyat: 56-58, Al-Baqarah: 21, Al-Anbiyaa’: 25 dan An-Nahl: 36. Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimakud menghambakan diri ialah beribada kepada Allah. Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah Swt. Tujuan hidup manusia itu menurut Allah ialah beribadah kepada Allah. Seperti dalam surah Adz-Dzariyat: 56:[15]
وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ ٥٦
Artinya:
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku
2.      Tujuan Khusus/ Akhir
Yaitu perincian dari tujuan umum, atau pengkhususan atau operasional tujuan tertinggi/ terakhir dan tujuan umum dari tujuan umum pendidikan Islam. Tujuan khusus bersifat relatif sehingga dimungkinkan untuk diadakan perubahan dimana perlu sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan, selama berpijak pada kerangka tujuan tertinggi/ terakhir dan umum itu.[16]
Tujuan Khusus antara lain:
a.       Mendidik individu yang saleh dengan memperhatikan perkembangan rohaniah, emosional, sosial, intelektual dan fisik.
b.      Mendidik anggota kelompok sosial yang saleh, baik dalam keluarga maupun masyarakat muslim.
c.       Mendidik manusia yang saleh bagi masyarakat insani yang besar. Ketiga  hal tersebut menjadi salah satu tujuan khusus yang hendak dicapai dalam tujuan pendidikan Islam.


BAB III
SIMPULAN
Dari pemaparan penulisan di atas, disini pemakalah mencoba unuk menyimpulkan Hakekat tujuan pendidikan Islam, yaitu:
1.      Tujuan yang berorientasi pada akhirat, yaitu membentuk hamba-hamba Allah yang dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban kepada Allah.
2.      Tujuan yang beroientasi pada dunia, yaitu membentuk manusia-manusia yang mampu menghadapi segala bentuk kehidupan yang lebih layak dan bermanfaat bagi orang lain.
Dan dari dua tujuan pendidikan Islam di atas Pemakalah menyimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam terdapat dua macam, yaitu: Tujuan umum dan Tujuan Akhir.
1.      Tujuan umum
Tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran atau dengan cara yang lainnya.
2.      Tujuan Akhir
Tujuan akhir pendidikan Islam adalah terciptanya insan kamil.


DAFTAR PUSTAKA

-          Abudin, Nata, Filafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama; 2005)
-          Al-Ghazali, Imam, Terjemahan Ihya’ Ulumuddin Jilid I, Alih Bahasa Mohammad Zuhri, (Semarang, CV. Asy-Syifa’)
-          Al-Qur’an Terjemah Kudus, (Kudus: Menara Kudus)
-          Arief, Armai, , Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), cet. 1
-          Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003)
-          Haitami, Salim dan Kurniawan, Samsul, Studi Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Ar-Ruzz Media, 2012)
-          Ihsan, Hamdani dan Ihsan, Fuad, Filsafat Pendidikan Islam, cet, ke-3 (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2007)
-          Ramayulius, Ilmu Pendidikan Islam, cet. Ke-5 (Jakarta: Kalam Mulia, 2006)
Saifullah, Ali, Antara Filsafat dan Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, tt)


[1] Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Gaya Media Pratama; 2005), hal. 4.
[2] Ali Saifullah, Antara Filsafat dan Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional, tt), hal. 134.
[3] Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), hal. 2
[4] Ibid.,3-4
[5] Moh. Salim Haitami dan Syamsul Kurniawan, Studi Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), cet. 1, hal. 114
[6] Armai arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, cet, ke-1, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hal. 15
[7] Nata Abudin, Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam Seri Kajian Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2001), hal.
[8] Al-Ghazali, Imam, Terjemahan Ihya’ Ulumuddin Jilid I, Alih Bahasa Mohammad Zuhri, (Semarang, CV. Asy-Syifa’), hal. 42
[9] Arief, Armani, Pengantar., 23-24
[10] Ramayulius, Ilmu Pendidikan Islam, cet. Ke-5 (Jakarta: Kalam Mulia, 2006), hal. 138
[11] Ibid, hal. 134
[12] Hamdani Ihsan dan Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, cet, ke-3 (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2007),hal. 64
[13] Ibid., 68
[14] Ibid., 65
[15] Ibid., 68
[16] Ramayulius., 140

Tidak ada komentar:

Posting Komentar